Saturday, November 16, 2019

Promosi Cerbung Fiksi Pertamaku : RIANA (Wattpad Story)

Haloooo! Hai semuanya!

Setelah empat bulan lamanya libur nge-blog, sekarang aku come back nih. Ada yang kangen gakkk? Nggak? Ya udah, gapapa 🤣

Gimana kabarnya kalian? Semoga selalu baik yaa. Aaminn 😅

Ok, jadi come back ini bukan hanya sekadar iseng mau menyapa penggemar aja (weisssss... Aaminn-in lah yaa) 😂 Tapi mau bikin epic come back nih 😅
Jadi ada yang mau aku promosikan ke kalian.

Mau tau apa itu???

Good news, guys! Akhirnya salah satu cerita fiksi yang udah aku tulis sampai selesai, udah aku publish di aplikasi reading-writting Wattpad. Buat kalian yang penasaran gimana ceritanya, langsung aja buka aplikasinya. Atau buat yang belum punya aplikasinya, langsung download aja yaa. Kalau udah masuk ke aplikasinya, langsung cari username aku aja supaya lebih mudah nemuin ceritanya di @vini_alfionita

Setelah sekian lama berjibaku buat bikin cover cerita yang sesuai dengan yang aku mau, akhirnya jadi juga nih. Lumayan kann? Not bad lah yaa 😂



Ya! Jadi judulnya adalah RIANA, menceritakan tentang kehidupan seorang gadis bernama Riana Ardinia yang tiba-tiba berubah setelah bertemu sosok yang ternyata memiliki kaitan masa lalu dengan neneknya.

Penasaran siapakah sosok itu? Dan ada apakah dalam kaitan masa lalu itu?

Yuk langsung klik aja di : https://my.w.tt/SklQIPgQE1

Tapi karena ini cerbung fiksi pertama yang aku selesaikan, jadi mohon maaf kalau masih banyak kekurangannya. Dan maaf juga kalau belum sesuai dengan ekspektasi kalian. Semoga kalian suka dengan ceritanya, selamat membaca.

Jangan lupa add ke perpustakaannya juga yaa, biar lebih tau update ceritanya. And your vote means a lot to me, guys!

Oiya, apapun yang kalian temukan dari setiap karya, terutama karya tulisku, ambil baiknya aja. Karena setiap konflik atau masalah yang ditimbulkan hanya sebagai bagian dari unsur pembangun ceritanya saja. Oke?

Ok guys, thank you so much for reading. And see you on my next blog 👍🏻 Babayyyy 😅

Selamat berakhir pekan! Tetap semangat dan bahagia. Pssttt... Jangan lupa bersyukur 😉

Wednesday, July 10, 2019

Welcome Back To My Room Chat



Subhanallah..
Allah yang maha baik akhirnya mengizinkanku untuk kembali menggenggam sebuah smartphone impian.

Bersyukur..
Kata tersebut rasanya kurasakan lebih dalam lagi artinya. Segala berkah dan kebahagiaan yang telah Allah berikan memang sungguh luar biasa.

Tak lupa, kuucapkan terimakasih banyak kepada Mama, Papa, Aa, dan semua rekan juga sahabat yang sudah sangat banyak membantu dan mendukung selama ini. Hanya Allah yang bisa membalas kebaikan kalian.

Semoga dari peristiwa ini, kita semua bisa sama-sama belajar untuk bisa lebih menjaga dan mencintai apa yang ada bersama kita. Aamiinn YRA 😇

Bismillah..
Mulai sekarang, kuucapkan selamat datang kembali di ruang obrolan penuh keseruan bersamaku di sosial media manapun yang kalian suka dan mau.
So, let's talk, guys! 🤗

With love,
Vini Alfionita ❤️

Penggunaan Ponsel di Zaman Modern & Alhamdulillah : When The Light Comes

Di zaman yang sudah serba modern ini, ponsel atau gadget ada di setiap genggaman masing-masing orang sudah merupakan suatu hal yang lumrah. Pernyataan tersebut rasanya berlaku bagi hampir semua orang dari berbagai kalangan usia.

Walaupun memang banyak manfaat yang bisa didapat dari ponsel atau smartphone, namun tak sedikit pula dampak buruk yang dapat ditimbulkannya. Tetapi itu semua kembali lagi kepada masing-masing individu dari bagaimana cara mereka menggunakan ponsel pintarnya itu sendiri.

Namun tidak semua orang berhak memilikinya walaupun mungkin mampu secara materil. Bayangkan saja tidak sedikit pula informasi yang masuk secara otomatis ke dalam ponsel kita, entah itu informasi yang benar atau tidak. Tetapi jika misal yang lebih dulu menerima informasi tersebut adalah anak dibawah umur, apakah mereka bisa menyaring atau menentukan kebenarannya? Belum tentu, bukan?
Maka dari itu penggunaan smartphone bagi kalangan anak di bawah umur sangat perlu pengawasan orang tua.

Sebetulnya topik utama yang saya maksud disini bukan tentang 'Penggunaan Smartphone bagi Anak Dibawah Umur', namun anggap saja tulisan di atas sebagai opening dari tulisan kali ini.

Kalau boleh jujur, saya bukan tipikal orang  yang suka menceritakan pengalaman kurang sedap yang sudah berlalu. Namun anggap saja ini untuk pelajaran, bukan hanya untuk saya, tapi juga kalian semua agar bisa lebih berhati-hati.

Jadi, sebenarnya empat bulan yang lalu saya kehilangan sebuah smartphone yang sangat berharga. Bukan hanya soal ponselnya, tapi berkas yang terdapat didalamnya. Tapi apalah daya? Kecerobohan saya memang merupakan penyebabnya.

Saat itu saya sedang bersama seorang teman di sebuah pusat perbelanjaan, karena terlalu asik memasuk-keluarkan ponsel untuk memotret banyak hal, akhirnya saya meletakan ponsel tersebut di saku baju seragam yang dalamnya tidak seberapa.

Setelah selesai berbelanja, kami akan mengantri di kasir. Saya merogoh saku namun tidak menemukan ponsel itu. Panik, tentu saja kepanikan tersebut berlangsung selama berjam-jam karena saya kebingungan harus bagaimana. Tidak hanya diam, saya dan beberapa teman yang datang mencoba menghubungi orang-orang yang sekiranya bisa membantu. Namun nihil, usaha tersebut sama sekali tak membuahkan hasil.

Setelah bolak-balik ke tempat tersebut dan mendesak dua orang security, akhirnya bukti dari kamera pengawas CCTV menunjukkan supaya saya tahu bahwa seseorang telah mengambil barang yang bukan haknya itu.

Empat bulan berlalu, saya mendapat banyak pelajaran selama itu, diantaranya tentang arti kesabaran, lebih berhati-hati, tidak ceroboh, bertanggungjawab, dan mungkin memang saya butuh istirahat dari hiruk-pikuk keseharian bersama smartphone.

Tetapi bayangkan saja, di zaman yang sudah serba modern ini, dimana smartphone benar-benar sangat banyak dibutuhkan untuk menunjang aktivitas keseharian, dan saya yang sebelumnya hampir tidak pernah bisa jauh dari Smartphone, mau tidak mau harus berusaha menerima situasi yang seperti itu. Memang tidaklah mudah, namun sebagai resiko dari keteledoran yang saya lakukan, tetap harus saya terima.

Tetapi tidak kulupakan juga sebuah ponsel lama yang belum android sering menemani untuk sekadar telepon, SMS, Facebook, Twitter, juga browsing-browsing.

Namun diam juga bukan pilihan saya, setelah itu saya berusaha kembali bangkit dan akhirnya sebuah smartphone baru yang melebihi ekspektasi dan impian saya bisa mendarat dengan selamat di tangan saya malam tadi. Saya sangat senang dengan itu.
Subhanallah walhamdulillah walailahaillahu Allahuakbar. Allah memang maha baik.

Semoga mulai sekarang saya bisa lebih berhati-hati, menjaga, dan memanfaatkan ponsel baru ini dengan sangat sangat sangat lebih baik.
Aamiin Aamiin Ya Allah Ya Rabbal Alamiinn.

Tak lupa kuucapkan terimakasih banyak kepada Allah, mama, papa, aa, dan semua teman-teman yang sudah banyak membantu dan mendukung saya selama ini.

Kembali rutin memutar lagu, menonton video, menonton film, menulis, membaca cerita, bermain dengan Whatsapp, Instagram, YouTube, Wattpad, bermacam game, juga Facebook dan Twitter yang selama ini setia menemani bisa kembali dilakukan mulai sekarang, insya Allah, Alhamdulillahirabbilalamiinnn.

So, welcome back to my room chat di sosial media manapun kalian suka. Selamat menghubungiku kembali, teman-teman terbaikku.

Sekali lagi terimakasih, terimakasih, terimakasih banyak untuk semuanya.
Aku sayaaaang kalian semua.


Ohya,
You will never see a star before you see a darkness of the night sky :)
Percayalah, segala sesuatu pasti ada hikmahnya. Insya Allah ;)
Berdoa, berusaha, dan yakin adalah kuncinya :)

Bismillah, semoga kita semua selalu ada dalam lindungan Allah SWT. Jadi tersenyum dan berbahagialah selalu :D

Selasa, 9 Juli 2019, 16.32.

PS: ini memang tulisan beberapa hari yang lalu.

Selamat siang, dan jangan lupa bahagia 😉

Saturday, July 6, 2019

Surat Cinta untuk Idola : Happy Sweet17th B'day Talitha Curtis Winn

Dear, kanjeng ratu idolaku,
Happy Birthday, Selamat Ulang Tahun, Barakallah Fii Umrik, dan Happy Sweet17th, Kanjeng Ratuku tersayanggg Talitha Curtis Winn 💋💋💋🎂🎂🎂

Semoga panjang umur, sehat selalu, dimudahkan rezekinya, tercapai tujuan dan cita-citanya, diberikan kemudahan untuk setiap langkah kebaikannya, semakin baik, cantik, sholeha, sayang sama orangtua, keluarga, dan semua yang menyayangimu, termasuk aku juga, dan semua doa dan harapan terbaik untukmu, ithakuuu 😘😘😘

Semoga semakin taat dan patuh, sukses dunia dan akhiratnya, semoga Allah selalu memberkati dengan segala kebaikan dan kebahagiaan ❤ Penuh cinta selalu, dan dikelilingi orang-orang yang penuh cinta dan kasih sayang. Aamiin aamiin aamiin Ya Allah Ya Rabbal Alamiinnn 😇😇😇

Berbahagialah selalu hari ini, esok, dan selamanya. Aku sayang kamuuu selamanyaaa, idolakuu tersayangggg, kanjeng ratuku tercintaaa @talithacurtis_ 😘😘😘💋💋💋❤❤❤💖💖💖💕💕💕🎉🎉🎉🎉🎁🎁🎁🎁

One more time, I wish you a very happiest birthday, Kanjeng Ratuku tersayang yang paling cantik, lutju, imoet, baique, dan gaolll 😘😂😅

Lots of love to youuuuu from Sukabumi, kanjeng ratu sayangggkuuuu ❤❤❤ Amicuuuuu comach 💋💋💋

Love,
Vini Alfionita ❤

Sukabumi, 06 Juli 2019, 18.14.

Wednesday, June 12, 2019

Review Film Surat Cinta Untuk Starla


Halo, hai! Selamat pagi, semuanya!
Apa kabar? Semoga baik selalu yaa.

Masih di hari yang sama, aku akan post tulisan selanjutnya. Hari ini posting 2 kali, karena temanya tulisannya hampir sama kayak yang sebelumnya, tentang kisah percintaan remaja zaman sekarang. jadi yaa, sekalian aja deh. Tulisan lama soalnya, hehee.

Kali ini aku gak akan banyak basa-basi seperti di tulisan sebelumnya, hahaa. Maafkan, karena kalau udah berkicau lewat keyboard suka susah berhentinya. Tapi aslinya gak se-bawel itu kok, kayaknya. Kan curhat lagi, wkwk. Ya udah deh, langsung ke pokok pembahasan yang kali ini akan membahas film Surat Cinta untuk Starla.

Surat Cinta untuk Starla merupakan sebuah film bergenre drama romance. Film yang dibintangi aktor tampan Jefri Nichol dan aktris muda pendatang baru (saat itu) yaitu Caitlin Halderman di peran utama ini disutradarai oleh Rudy Aryanto. Dan dirilis pada tanggal 28 Desember 2017. Film ini pun diproduksi dibawah naungan rumah produksi Screenplay Productions.

Film Surat Cinta untuk Starla ini diangkat dari kesuksesan lagu berjudul serupa yang diciptakan dan dinyanyikan juga oleh Virgoun. Kabarnya, sebelum diangkat ke layar lebar, lagu yang mendulang kesuksesan besar di tahun sebelumnya tersebut juga pernah dibuat dalam bentuk serial mini di YouTube dengan total durasi sekitar 30 menit.

Sinopsis :

Sederhana saja, film ini menceritakan tentang kisah cinta yang mungkin umum terjadi pada anak-anak muda jaman sekarang atau yang akrab disebut ‘Kids jaman now’.

Kisah berawal dari pertemuan tidak sengaja antara Hema (Jefri Nichol), seorang pemuda tampan yang selalu membawa mesin TIK warisan sang kakek dan sangat mencintai alam, dengan Starla (Caitlin Halderman), seorang gadis mandiri yang memiliki sebuah coffeshop. Enam jam kisah awal pertemuan mereka seolah mengantarkan mereka pada kisah cinta yang seolah tanpa akhir.

Setelah keduanya sama-sama jatuh cinta, berbagai konflik permasalahan pun muncul. Mulai dari masalah kecil, kesalahpahaman, patah hati, hingga konflik besar antar keluarga. Kesalahpahaman seolah tak bosan menghiasi kisah cinta Hema dan Starla, sejak awal pertemuan pun Starla mengira bahwa Hema adalah seorang maling yang kemudian tanpa ba-bi-bu langsung Starla pukuli dengan stik baseball andalannya.

Masalah besar terjadi sejak Starla melihat sesosok pria mirip Hema yang sedang memeluk seorang gadis, kejadian tersebut menciptakan asumsi buruk tentang Hema di benak Starla. Hingga Starla bertingkah seolah sangat membenci Hema, sedangkan Hema sama sekali tidak mengerti mengapa Starla bersikap demikian.

Film berakhir dengan pertemuan kembali antara Hema dengan Bulan (Rianti Cartwright) yang ternyata ibu kandungnya, sekaligus Tante dari Starla. Anak dan ibu kandung ini diceritakan sudah berpisah sejak Hema masih bayi karena satu konflik antar keluarga orangtua Hema.

Dan ternyata sosok yang Starla kira Hema yang sedang berselingkuh dengan gadis lain merupakan saudara kembar Hema yang sejak bayi tinggal dengan Bulan, ibunya.

Keunikan :

Tak hanya itu, pemeran pendukung lainnya juga ikut meramaikan film ini dan tak kalah ‘menciptakan suasana’, terutama berbagai kelucuan dari Mami Gladys (ibu dari Starla) yang diperankan aktris senior, Meriam Bellina. Karakter Mami Gladys di film ini diceritakan sebagai sosok seorang ibu yang sangat penyayang, perhatian, dan pengertian kepada putrinya.

Uniknya, Mami Gladys ini selalu berbicara dalam tiga bahasa sekaligus, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Belanda, dan Bahasa Sunda. Sebagai orang Sunda yang tentunya mengerti jelas Bahasa Sunda, aku merasa sangat terhibur jika mendengarkan cara Mami Gladys bicara.

Selain itu, Ramzi yang berperan sebagai seorang polisi bernama Cipto yang selalu berurusan dengan Hema yang hobi corat-coret tembok (menggambar mural) pun tak kalah memancing tawa.

Dan yang paling aku suka juga adalah Special Appereance dari Amanda Manoppo yang berperan sebagai pacar dari Arya (saudara kembar Hema).

Jadi tentunya sudah dapat disimpulkan bahwa film ini dibintangi oleh sederet aktor dan aktris ‘lintas generasi’. Mulai dari para aktor muda, seperti Jefri Nichol, Caitlin Halderman, Amanda Manoppo, Salshabila Adriani, Ricky Cuaca. Hingga para aktor senior seperti Meriam Bellina, Rianti Cartwright, Dian Nitami, hingga Matias Muchus, dan beberapa aktor pendukung lainnya.

Pendapatku :

Ya! Jadi kalau menurut aku sih film ini memang pantas menjadi favorit para penonton dari berbagai kalangan usia, terutama untuk para remaja. Kebetulan juga tanggal perilisan film ini bertepatan dengan libur panjang akhir tahun saat itu, jadi tentunya memang sangat cocok dijadikan pilihan untuk mengisi waktu liburan.

Walaupun menurutku agak sulit dimengerti, namun setelah diperhatikan lebih teliti, berbagai ‘aksi’, drama, dan komedi yang ditampilkan di film ini benar-benar sangat meghibur. Pokoknya sukaaaa! Gak nyangka se-seru itu!

Tak lupa, selalu ngakak setiap lihat tingkah kocak Starla, apalagi pas mobilnya diderek mobil DISHUB gara-gara Starla tidur di mobil di pinggir jalan. Setelah tau kalau mobilnya diderek, teriakannya itu lho, kocak! Dasar anak Mami Gladys, buah jatuh gak akan jauh dari pohonnya. Hahaa!

Tapi ada satu yang agak bikin bingung, dimana ada adegan seorang pemuda yang berusaha menggoda dan melecehkan Starla, sebelumnya pemuda tersebut memperkenalkan diri sebagai Tedy yang ia bilang adalah seorang ‘Mojang’ hits di Kota Bandung. Kenapa mojang? Setau aku kan mojang itu sebutan untuk gadis alias cewek, kalau cowok paling; Jajaka. Atau ada arti lain, kah? Yang tau boleh komen.

Dan adegan perpisahan lalu pertemuan kembali antara Hema dengan Bulan (ibu kandungnya) itu nguras air mata banget sih, keren parah deh pokoknya!

Satu lagi, di akhir film akhirnya Hema (Jefri Nichol), Arya (Jefri Nichol juga), dan pacar masing-masing melakukan double date! Disaat Hema tetap setia sama Starla, akhirnya Arya balikan sama pacarnya yang diperankan Amanda Manoppo. Aaaa sukaaaak!

Oke, sekian, thank you so much for reading. And see you in the next review. Bye!

Review 'Cold' Wattpad's Story by @elitaans


Halo! Apa kabar semuanya? Semoga baik yaa.
Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin yaa, manteman.
Gimana lebarannya? Seru? Asik? Rame? Luar biasa? Perfect? Syukur deh kalau iya.

Kali ini kembali lagi dengan review tentang satu cerita menarik di aplikasi reading-writting Wattpad. Langsung aja deh. Yuk! Check this out J

Salah satu cerita kesekian yang aku baca di aplikasi reading-writting Wattpad, yakni ‘Cold’. Cerita fiksi yang ditulis oleh nama pengguna @elitaans ini sepertinya memang berbeda dengan kisah percintaan remaja yang lainnya.

Sama seperti judulnya, ‘Cold’ ini menceritakan tentang sosok seorang badboy bernama Arga Stevano yang sifat/sikapnya begitu dingin tapi keren. Sosok Arga ini menjadi idola di sekolahnya, bahkan seorang gadis bernama Tiara yang tak kalah populer juga bersekolah di tempat yang sama sangat terobsesi dengan Arga, padahal ia sudah punya seorang pacar yang bernama Fian.

Sifat ‘dingin’ dari seorang Arga bukan hanya membuat kewalahan orang sekitarnya, tapi juga pembaca, tak terkecuali aku. Tidak jarang pula sifat angkuh Arga membuat para pembaca geregetan, untung ganteng! Hahaha. Belum lagi, kalau udah ngirim pesan. Gaya tulisnya, Ya Tuhan! Bikin muter otak! Gak ada huruf vokalnya, gaes. Parah, kan? Gak tau berapa derajat deh dinginnya si Arga ini.

Namun dinding beku yang telah dibangun kokoh oleh Arga di dalam hatinya runtuh seketika saat ia bertemu dengan seorang adik kelas perempuan bernama Kanaya Syakilla. Walaupun tidak mudah, namun akhirnya Naya berhasil meluluhkan hati si badboy Arga.

Kisah ini juga dilengkapi oleh beberapa tokoh pendukung, sebut saja Rafa, Kiki, Dani, Vio, Davin, Manda, Belva, Kenan, dan masih banyak lagi.

Berbagai konflik menarik pun ikut serta dalam cerita ini, tak terkecuali perdebatan yang mampu mengocok perut karena ulah Dani dan Kiki (sahabat Arga) yang seringkali terlibat perdebatan karena berebut hal tidak penting; seperti tokoh kartun contohnya.

Tak lupa banyak pelajaran penting yang dapat dipetik dari cerita yang satu ini, salah satunya adalah kita harus lebih bisa menghargai seseorang dengan cara bersedia mendengarkan penjelasan, bukan hanya mempercayai lalu menyimpulkan apa yang kita lihat. Karena itupun belum tentu benar.

Oiya, kelebihan lain dari cerita ini adalah adanya foto-foto cast/pemeran yang di-umpamakan sebagai masing-masih tokoh, dan juga bertebarannya foto yang menggambarkan tentang suatu tempat atau adegan yang semakin mendukung ‘liar’-nya imajinasi pembaca.

Cerita ini di-publish sejak tahun 2018 lalu, dan telah selesai pada tahun yang sama dengan 54 jumlah bab utama, serta beberapa bab ekstra.

Aku membaca cerita ini sejak awal tahun 2019 ini kalau tidak salah. Hanya saja karena terkendala suatu insiden yang membuat aku berhenti membacanya sebelum selesai. Tapi beberapa waktu yang lalu, aku coba susul bacaan tersebut, dan akhirnya selesai.

Dan kabar gembiranya, katanya cerita ini sedang dalam tahap penerbitan. Jadi sebelum beberapa bagian dihapus (seperti cerita Wattpad pada umunya yang telah dibukukan), kalau kalian tertarik untuk membaca versi Wattpad-nya, silahkan kebut untuk menyelesaikan bacaannya. Tapi jika lebih tertarik untuk menunggu bukunya terbit, itu lebih bagus juga dan silakan saja.

Tapi aku juga sangat menyarankan untuk membacanya, karena akupun sangat suka dengan kisah ini. Dan salah satu yang membuatnya semakin menarik juga yaitu cover-nya yang simple tapi terkesan keren.

Well, pokoknya aku sangaaaat sangat sangat suka dengan cerita ini! Luar biasa! Kereeen!

Sekian, terimakasih sudah setia membaca, dan sampai jumpa di tulisan selanjutnya!

Salam, Vini Alfionita.

Saturday, May 11, 2019

Review Film Asih (From Danur Universe)

Halo semuanya!

Setelah sekian lama, akhirnya Nikita Willy kembali yaa :v

Kumaha damang? Hehee.. tumben yak berbahasa daerah. Iyaa, jadi untuk yang belum tau, aku memang orang Sunda. Asli dari Sukabumi, Jawa Barat. Ada yang sama juga? Atau tinggal di daerah sekitarnya?

Kalau kalian bertanya-tanya kenapa aku bahas itu di tulisan kali ini, jawabannya adalah karena tadi baru selesai nonton Film Asih yang diangkat dari novel karya Teh Risa Saraswati idolaque, heuheu.. Wait, baru nonton tadi? Kudet amat yak? Oke, maafkan.
Jadi karena di film tersebut begitu kental nuansa Sundanya, jadi beginilah daku yang masih gak bisa move on dari baper karena ending filmnya.
Oke deh, setelah opening yang panjang lebar gak seperti biasanya, mari kita mulai me-review alias membahas pendapatku tentang Film Asih.

Seperti yang sudah dibilang tadi, Film Asih diangkat dari novel karya Teh Risa Saraswati yang ditulis dan difilmkan di tahun yang sama, yaitu 2018. Film yang dirilis tanggal 11 Oktober 2018 ini adalah spin off dari film-film Danur sebelumnya; Danur : I can see Ghost, dan Danur 2 : Maddah. Pun film ini termasuk kedalam Danur Universe.

Masih digarap oleh sutradara yang sama, Awi Suryadi. Pak Manoj Punjabi juga lagi-lagi mengambil peran sebagai produser untuk Film Asih. Tak menggunakan banyak pemeran, film ini dibintangi oleh Shareefa Danish, Citra Kirana, Darius Sinathrya, dan aktris senior Marini Soejosoemarno, dan beberapa peran pendukung lainnya.

Uniknya buku Asih yang menjadi 'benang merah' film ini ditulis hanya dalam kurun waktu 3 hari saja, karena kabarnya Mbak Asih nagih terus biar Teh Risa segera tulis dan selesaikan buku tentang dirinya itu. Menulis buku berjumlah 194 halaman, dalam waktu tiga hari saja memang luar biasa, tapi jangan heran, karena menciptakan sebuah lagu dalam waktu 3 menit saja, Teh Risa juga bisa. Lagu itu kalau tidak salah berjudul Bilur, yang menjadi salah satu soundtrack Film Asih juga.

Sinopsis :
Film Asih bercerita tentang betapa malangnya hidup seorang wanita bernama Kasih yang entah sejak kapan lebih dikenal dengan nama Asih, merasa tak cukup hanya hidup menjadi wanita desa yang hanya menjadi ibu rumah tangga saat sudah dewasa, Asih akhirnya merantau dan bekerja sebagai seorang pengasuh di kota.
Namun nasib baik tak berpihak padanya, ia harus pulang dengan keadaan hamil di luar nikah. Karena orangtua terutama ayahnya tak terima, Asih diusir dari rumah dan dicemooh orang-orang kampung. Depresi, akhirnya ia memutuskan untuk membunuh sang anak sebelum akhirnya bunuh diri juga.

Tak berselang lama, ada sebuah keluarga kecil yang beranggotakan sepasang suami istri dan seorang ibu/mertuanya. Mereka sedang menantikan kelahiran bayi yang dikandung Puspita, istri dari Andi. Namun ternyata saat malam kelahiran Amelia, putri mereka, Asih datang ke kediaman mereka dan mulai memunculkan banyak terror mengerikan.

Film berakhir dengan dikembalikannya Amelia yang diculik oleh Asih. Pengembalian Amelia tersebut dibantu oleh seorang paranormal bernama Abah Marwan, tak sampai disitu. Saat Andi berhasil membawa kembali Amelia ke rumah, ternyata Asih masih saja berusaha meneror keluarga tersebut hingga akhirnya benar-benar pergi dan berhenti mengganggu keluarga Andi dan Puspita/Ita.

Pendapatku:
Walaupun filmnya gak sesuai ekspektasi aku karena kukira akan lebih banyak menampilkan kisah kehidupan Asih saat masih hidup tenang, tapi film ini keren banget sih. Mengambil latar waktu di tahun 80-an, efek film ini benar-benar totalitas.

Ditambah latar tempat yang suasananya yang ‘baheula pisan’ atau ‘dulu banget’.
Tak lupa menampilkan banyak adegan atau efek suara yang sudah menjadi kepercayaan, seperti tentang menyimpan gunting, suara anak ayam di malam hari, dan mengubur ari-ari bayi.

Jumpscare-nya keren juga, bikin pengen jump beneran, hahaa! Mbak Asih di film kalau muncul, sadeesss :v

Ending-nya berhasil bikin baper plus, merinding sedih.

Ohya! Satu lagi, seneng banget gak ada adegan yang pengambilan gambarnya memutar kamera seperti kebanyakan adegan di film danur 2 : Maddah :D

Melalui buku dan Film Asih juga Teh Risa menyampaikan sisi lain dari seorang Asih yang mungkin sebelumnya banyak orang salah kaprah padanya.

Akting para pemainnya juga luar biasa! Apalagi Citra Kirana yang memerankan karakter Puspita/Ita, walaupun katanya baru pertama kali main film layar lebar, plus langsung film bergenre horror, tapi aktingnya sungguh luar biasa keren!

Kalau Shareefa Danish, bintang film horror yang memerankan karakter Asih sejak film Danur pertama; Danur : I can See ghost, sudah tidak bisa diragukan lagi kemampuan aktingnya. Walaupun aslinya seorang penakut, tapi Shareefa Danish selalu berhasil memukau penonton dengan karakter seram yang dimainkannya di film.

Dan karakter pendukung lainnya juga gak kalah keren deh!

Over all pokoknya sukaaaak!

Oke, sekian tulisan kali ini. Terimakasih banyak untuk yang sudah membaca, mohon maaf kalau ada yang salah atau kurang berkenan.

Semangat puasanyaa!

See you in the next review, guys! Bye!