Wednesday, June 12, 2019

Review Film Surat Cinta Untuk Starla


Halo, hai! Selamat pagi, semuanya!
Apa kabar? Semoga baik selalu yaa.

Masih di hari yang sama, aku akan post tulisan selanjutnya. Hari ini posting 2 kali, karena temanya tulisannya hampir sama kayak yang sebelumnya, tentang kisah percintaan remaja zaman sekarang. jadi yaa, sekalian aja deh. Tulisan lama soalnya, hehee.

Kali ini aku gak akan banyak basa-basi seperti di tulisan sebelumnya, hahaa. Maafkan, karena kalau udah berkicau lewat keyboard suka susah berhentinya. Tapi aslinya gak se-bawel itu kok, kayaknya. Kan curhat lagi, wkwk. Ya udah deh, langsung ke pokok pembahasan yang kali ini akan membahas film Surat Cinta untuk Starla.

Surat Cinta untuk Starla merupakan sebuah film bergenre drama romance. Film yang dibintangi aktor tampan Jefri Nichol dan aktris muda pendatang baru (saat itu) yaitu Caitlin Halderman di peran utama ini disutradarai oleh Rudy Aryanto. Dan dirilis pada tanggal 28 Desember 2017. Film ini pun diproduksi dibawah naungan rumah produksi Screenplay Productions.

Film Surat Cinta untuk Starla ini diangkat dari kesuksesan lagu berjudul serupa yang diciptakan dan dinyanyikan juga oleh Virgoun. Kabarnya, sebelum diangkat ke layar lebar, lagu yang mendulang kesuksesan besar di tahun sebelumnya tersebut juga pernah dibuat dalam bentuk serial mini di YouTube dengan total durasi sekitar 30 menit.

Sinopsis :

Sederhana saja, film ini menceritakan tentang kisah cinta yang mungkin umum terjadi pada anak-anak muda jaman sekarang atau yang akrab disebut ‘Kids jaman now’.

Kisah berawal dari pertemuan tidak sengaja antara Hema (Jefri Nichol), seorang pemuda tampan yang selalu membawa mesin TIK warisan sang kakek dan sangat mencintai alam, dengan Starla (Caitlin Halderman), seorang gadis mandiri yang memiliki sebuah coffeshop. Enam jam kisah awal pertemuan mereka seolah mengantarkan mereka pada kisah cinta yang seolah tanpa akhir.

Setelah keduanya sama-sama jatuh cinta, berbagai konflik permasalahan pun muncul. Mulai dari masalah kecil, kesalahpahaman, patah hati, hingga konflik besar antar keluarga. Kesalahpahaman seolah tak bosan menghiasi kisah cinta Hema dan Starla, sejak awal pertemuan pun Starla mengira bahwa Hema adalah seorang maling yang kemudian tanpa ba-bi-bu langsung Starla pukuli dengan stik baseball andalannya.

Masalah besar terjadi sejak Starla melihat sesosok pria mirip Hema yang sedang memeluk seorang gadis, kejadian tersebut menciptakan asumsi buruk tentang Hema di benak Starla. Hingga Starla bertingkah seolah sangat membenci Hema, sedangkan Hema sama sekali tidak mengerti mengapa Starla bersikap demikian.

Film berakhir dengan pertemuan kembali antara Hema dengan Bulan (Rianti Cartwright) yang ternyata ibu kandungnya, sekaligus Tante dari Starla. Anak dan ibu kandung ini diceritakan sudah berpisah sejak Hema masih bayi karena satu konflik antar keluarga orangtua Hema.

Dan ternyata sosok yang Starla kira Hema yang sedang berselingkuh dengan gadis lain merupakan saudara kembar Hema yang sejak bayi tinggal dengan Bulan, ibunya.

Keunikan :

Tak hanya itu, pemeran pendukung lainnya juga ikut meramaikan film ini dan tak kalah ‘menciptakan suasana’, terutama berbagai kelucuan dari Mami Gladys (ibu dari Starla) yang diperankan aktris senior, Meriam Bellina. Karakter Mami Gladys di film ini diceritakan sebagai sosok seorang ibu yang sangat penyayang, perhatian, dan pengertian kepada putrinya.

Uniknya, Mami Gladys ini selalu berbicara dalam tiga bahasa sekaligus, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Belanda, dan Bahasa Sunda. Sebagai orang Sunda yang tentunya mengerti jelas Bahasa Sunda, aku merasa sangat terhibur jika mendengarkan cara Mami Gladys bicara.

Selain itu, Ramzi yang berperan sebagai seorang polisi bernama Cipto yang selalu berurusan dengan Hema yang hobi corat-coret tembok (menggambar mural) pun tak kalah memancing tawa.

Dan yang paling aku suka juga adalah Special Appereance dari Amanda Manoppo yang berperan sebagai pacar dari Arya (saudara kembar Hema).

Jadi tentunya sudah dapat disimpulkan bahwa film ini dibintangi oleh sederet aktor dan aktris ‘lintas generasi’. Mulai dari para aktor muda, seperti Jefri Nichol, Caitlin Halderman, Amanda Manoppo, Salshabila Adriani, Ricky Cuaca. Hingga para aktor senior seperti Meriam Bellina, Rianti Cartwright, Dian Nitami, hingga Matias Muchus, dan beberapa aktor pendukung lainnya.

Pendapatku :

Ya! Jadi kalau menurut aku sih film ini memang pantas menjadi favorit para penonton dari berbagai kalangan usia, terutama untuk para remaja. Kebetulan juga tanggal perilisan film ini bertepatan dengan libur panjang akhir tahun saat itu, jadi tentunya memang sangat cocok dijadikan pilihan untuk mengisi waktu liburan.

Walaupun menurutku agak sulit dimengerti, namun setelah diperhatikan lebih teliti, berbagai ‘aksi’, drama, dan komedi yang ditampilkan di film ini benar-benar sangat meghibur. Pokoknya sukaaaa! Gak nyangka se-seru itu!

Tak lupa, selalu ngakak setiap lihat tingkah kocak Starla, apalagi pas mobilnya diderek mobil DISHUB gara-gara Starla tidur di mobil di pinggir jalan. Setelah tau kalau mobilnya diderek, teriakannya itu lho, kocak! Dasar anak Mami Gladys, buah jatuh gak akan jauh dari pohonnya. Hahaa!

Tapi ada satu yang agak bikin bingung, dimana ada adegan seorang pemuda yang berusaha menggoda dan melecehkan Starla, sebelumnya pemuda tersebut memperkenalkan diri sebagai Tedy yang ia bilang adalah seorang ‘Mojang’ hits di Kota Bandung. Kenapa mojang? Setau aku kan mojang itu sebutan untuk gadis alias cewek, kalau cowok paling; Jajaka. Atau ada arti lain, kah? Yang tau boleh komen.

Dan adegan perpisahan lalu pertemuan kembali antara Hema dengan Bulan (ibu kandungnya) itu nguras air mata banget sih, keren parah deh pokoknya!

Satu lagi, di akhir film akhirnya Hema (Jefri Nichol), Arya (Jefri Nichol juga), dan pacar masing-masing melakukan double date! Disaat Hema tetap setia sama Starla, akhirnya Arya balikan sama pacarnya yang diperankan Amanda Manoppo. Aaaa sukaaaak!

Oke, sekian, thank you so much for reading. And see you in the next review. Bye!

Review 'Cold' Wattpad's Story by @elitaans


Halo! Apa kabar semuanya? Semoga baik yaa.
Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin yaa, manteman.
Gimana lebarannya? Seru? Asik? Rame? Luar biasa? Perfect? Syukur deh kalau iya.

Kali ini kembali lagi dengan review tentang satu cerita menarik di aplikasi reading-writting Wattpad. Langsung aja deh. Yuk! Check this out J

Salah satu cerita kesekian yang aku baca di aplikasi reading-writting Wattpad, yakni ‘Cold’. Cerita fiksi yang ditulis oleh nama pengguna @elitaans ini sepertinya memang berbeda dengan kisah percintaan remaja yang lainnya.

Sama seperti judulnya, ‘Cold’ ini menceritakan tentang sosok seorang badboy bernama Arga Stevano yang sifat/sikapnya begitu dingin tapi keren. Sosok Arga ini menjadi idola di sekolahnya, bahkan seorang gadis bernama Tiara yang tak kalah populer juga bersekolah di tempat yang sama sangat terobsesi dengan Arga, padahal ia sudah punya seorang pacar yang bernama Fian.

Sifat ‘dingin’ dari seorang Arga bukan hanya membuat kewalahan orang sekitarnya, tapi juga pembaca, tak terkecuali aku. Tidak jarang pula sifat angkuh Arga membuat para pembaca geregetan, untung ganteng! Hahaha. Belum lagi, kalau udah ngirim pesan. Gaya tulisnya, Ya Tuhan! Bikin muter otak! Gak ada huruf vokalnya, gaes. Parah, kan? Gak tau berapa derajat deh dinginnya si Arga ini.

Namun dinding beku yang telah dibangun kokoh oleh Arga di dalam hatinya runtuh seketika saat ia bertemu dengan seorang adik kelas perempuan bernama Kanaya Syakilla. Walaupun tidak mudah, namun akhirnya Naya berhasil meluluhkan hati si badboy Arga.

Kisah ini juga dilengkapi oleh beberapa tokoh pendukung, sebut saja Rafa, Kiki, Dani, Vio, Davin, Manda, Belva, Kenan, dan masih banyak lagi.

Berbagai konflik menarik pun ikut serta dalam cerita ini, tak terkecuali perdebatan yang mampu mengocok perut karena ulah Dani dan Kiki (sahabat Arga) yang seringkali terlibat perdebatan karena berebut hal tidak penting; seperti tokoh kartun contohnya.

Tak lupa banyak pelajaran penting yang dapat dipetik dari cerita yang satu ini, salah satunya adalah kita harus lebih bisa menghargai seseorang dengan cara bersedia mendengarkan penjelasan, bukan hanya mempercayai lalu menyimpulkan apa yang kita lihat. Karena itupun belum tentu benar.

Oiya, kelebihan lain dari cerita ini adalah adanya foto-foto cast/pemeran yang di-umpamakan sebagai masing-masih tokoh, dan juga bertebarannya foto yang menggambarkan tentang suatu tempat atau adegan yang semakin mendukung ‘liar’-nya imajinasi pembaca.

Cerita ini di-publish sejak tahun 2018 lalu, dan telah selesai pada tahun yang sama dengan 54 jumlah bab utama, serta beberapa bab ekstra.

Aku membaca cerita ini sejak awal tahun 2019 ini kalau tidak salah. Hanya saja karena terkendala suatu insiden yang membuat aku berhenti membacanya sebelum selesai. Tapi beberapa waktu yang lalu, aku coba susul bacaan tersebut, dan akhirnya selesai.

Dan kabar gembiranya, katanya cerita ini sedang dalam tahap penerbitan. Jadi sebelum beberapa bagian dihapus (seperti cerita Wattpad pada umunya yang telah dibukukan), kalau kalian tertarik untuk membaca versi Wattpad-nya, silahkan kebut untuk menyelesaikan bacaannya. Tapi jika lebih tertarik untuk menunggu bukunya terbit, itu lebih bagus juga dan silakan saja.

Tapi aku juga sangat menyarankan untuk membacanya, karena akupun sangat suka dengan kisah ini. Dan salah satu yang membuatnya semakin menarik juga yaitu cover-nya yang simple tapi terkesan keren.

Well, pokoknya aku sangaaaat sangat sangat suka dengan cerita ini! Luar biasa! Kereeen!

Sekian, terimakasih sudah setia membaca, dan sampai jumpa di tulisan selanjutnya!

Salam, Vini Alfionita.