Halo, hai! Selamat pagi, semuanya!
Apa kabar? Semoga baik selalu yaa.
Masih di hari yang sama, aku akan post tulisan selanjutnya. Hari ini
posting 2 kali, karena temanya tulisannya hampir sama kayak yang sebelumnya, tentang kisah percintaan remaja zaman sekarang. jadi yaa, sekalian aja deh. Tulisan lama soalnya, hehee.
Kali ini aku gak akan banyak basa-basi seperti di tulisan
sebelumnya, hahaa. Maafkan, karena kalau udah berkicau lewat keyboard suka susah berhentinya. Tapi
aslinya gak se-bawel itu kok, kayaknya. Kan curhat lagi, wkwk. Ya udah deh,
langsung ke pokok pembahasan yang kali ini akan membahas film Surat Cinta untuk
Starla.
Surat Cinta
untuk Starla merupakan sebuah film bergenre drama romance. Film yang
dibintangi aktor tampan Jefri Nichol dan aktris
muda pendatang baru (saat itu) yaitu Caitlin
Halderman di peran utama ini disutradarai oleh Rudy Aryanto. Dan
dirilis pada tanggal 28 Desember 2017. Film ini pun diproduksi dibawah naungan rumah
produksi Screenplay Productions.
Film Surat Cinta untuk Starla ini diangkat dari kesuksesan
lagu berjudul serupa yang diciptakan dan dinyanyikan juga oleh Virgoun.
Kabarnya, sebelum diangkat ke layar lebar, lagu yang mendulang kesuksesan besar
di tahun sebelumnya tersebut juga pernah dibuat dalam bentuk serial mini di
YouTube dengan total durasi sekitar 30 menit.
Sinopsis :
Sederhana saja, film ini menceritakan tentang kisah cinta
yang mungkin umum terjadi pada anak-anak muda jaman sekarang atau yang akrab
disebut ‘Kids jaman now’.
Kisah berawal dari pertemuan tidak sengaja antara Hema
(Jefri Nichol), seorang pemuda tampan yang selalu membawa mesin TIK
warisan sang kakek dan sangat mencintai alam, dengan Starla (Caitlin
Halderman), seorang gadis mandiri yang memiliki sebuah coffeshop. Enam jam kisah awal pertemuan mereka seolah mengantarkan
mereka pada kisah cinta yang seolah tanpa akhir.
Setelah keduanya sama-sama jatuh cinta, berbagai konflik
permasalahan pun muncul. Mulai dari masalah kecil, kesalahpahaman, patah hati, hingga
konflik besar antar keluarga. Kesalahpahaman seolah tak bosan menghiasi kisah
cinta Hema dan Starla, sejak awal pertemuan pun Starla mengira bahwa Hema
adalah seorang maling yang kemudian tanpa ba-bi-bu langsung Starla pukuli
dengan stik baseball andalannya.
Masalah besar terjadi sejak Starla melihat sesosok pria mirip
Hema yang sedang memeluk seorang gadis, kejadian tersebut menciptakan asumsi
buruk tentang Hema di benak Starla. Hingga Starla bertingkah seolah sangat
membenci Hema, sedangkan Hema sama sekali tidak mengerti mengapa Starla
bersikap demikian.
Film berakhir dengan pertemuan kembali antara Hema dengan
Bulan (Rianti Cartwright) yang ternyata ibu kandungnya, sekaligus Tante dari
Starla. Anak dan ibu kandung ini diceritakan sudah berpisah sejak Hema masih
bayi karena satu konflik antar keluarga orangtua Hema.
Dan ternyata sosok yang Starla kira Hema yang sedang
berselingkuh dengan gadis lain merupakan saudara kembar Hema yang sejak bayi
tinggal dengan Bulan, ibunya.
Keunikan :
Tak hanya itu, pemeran pendukung lainnya juga ikut meramaikan
film ini dan tak kalah ‘menciptakan suasana’, terutama berbagai kelucuan dari
Mami Gladys (ibu dari Starla) yang diperankan aktris senior, Meriam Bellina.
Karakter Mami Gladys di film ini diceritakan sebagai sosok seorang ibu yang
sangat penyayang, perhatian, dan pengertian kepada putrinya.
Uniknya, Mami Gladys ini selalu berbicara dalam tiga bahasa
sekaligus, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Belanda, dan Bahasa Sunda. Sebagai
orang Sunda yang tentunya mengerti jelas Bahasa Sunda, aku merasa sangat
terhibur jika mendengarkan cara Mami Gladys bicara.
Selain itu, Ramzi yang berperan sebagai seorang polisi
bernama Cipto yang selalu berurusan dengan Hema yang hobi corat-coret tembok
(menggambar mural) pun tak kalah memancing tawa.
Dan yang paling aku suka juga adalah Special Appereance dari Amanda Manoppo yang berperan sebagai pacar
dari Arya (saudara kembar Hema).
Jadi tentunya sudah dapat disimpulkan bahwa film ini
dibintangi oleh sederet aktor dan aktris ‘lintas generasi’. Mulai dari para aktor
muda, seperti Jefri Nichol, Caitlin Halderman, Amanda Manoppo, Salshabila Adriani,
Ricky Cuaca. Hingga para aktor senior seperti Meriam Bellina, Rianti
Cartwright, Dian Nitami, hingga Matias Muchus, dan beberapa aktor pendukung
lainnya.
Pendapatku :
Ya! Jadi kalau menurut aku sih film ini memang pantas menjadi
favorit para penonton dari berbagai kalangan usia, terutama untuk para remaja.
Kebetulan juga tanggal perilisan film ini bertepatan dengan libur panjang akhir
tahun saat itu, jadi tentunya memang sangat cocok dijadikan pilihan untuk
mengisi waktu liburan.
Walaupun menurutku agak sulit dimengerti, namun setelah
diperhatikan lebih teliti, berbagai ‘aksi’, drama, dan komedi yang ditampilkan
di film ini benar-benar sangat meghibur. Pokoknya sukaaaa! Gak nyangka se-seru
itu!
Tak lupa, selalu ngakak setiap lihat tingkah kocak Starla,
apalagi pas mobilnya diderek mobil DISHUB gara-gara Starla tidur di mobil di
pinggir jalan. Setelah tau kalau mobilnya diderek, teriakannya itu lho, kocak!
Dasar anak Mami Gladys, buah jatuh gak akan jauh dari pohonnya. Hahaa!
Tapi ada satu yang agak bikin bingung, dimana ada adegan seorang
pemuda yang berusaha menggoda dan melecehkan Starla, sebelumnya pemuda tersebut
memperkenalkan diri sebagai Tedy yang ia bilang adalah seorang ‘Mojang’ hits di
Kota Bandung. Kenapa mojang? Setau aku kan mojang itu sebutan untuk gadis alias
cewek, kalau cowok paling; Jajaka. Atau ada arti lain, kah? Yang tau boleh
komen.
Dan adegan perpisahan lalu pertemuan kembali antara Hema
dengan Bulan (ibu kandungnya) itu nguras air mata banget sih, keren parah deh
pokoknya!
Satu lagi, di akhir film akhirnya Hema (Jefri Nichol), Arya
(Jefri Nichol juga), dan pacar masing-masing melakukan double date! Disaat Hema tetap setia sama Starla, akhirnya Arya
balikan sama pacarnya yang diperankan Amanda Manoppo. Aaaa sukaaaak!
Oke, sekian, thank you
so much for reading. And see you in the next review. Bye!
No comments:
Post a Comment