Setelah sekian lama, akhirnya Nikita Willy kembali yaa :v
Kumaha damang? Hehee.. tumben yak berbahasa daerah. Iyaa, jadi untuk yang belum tau, aku memang orang Sunda. Asli dari Sukabumi, Jawa Barat. Ada yang sama juga? Atau tinggal di daerah sekitarnya?
Kalau kalian bertanya-tanya kenapa aku bahas itu di tulisan kali ini, jawabannya adalah karena tadi baru selesai nonton Film Asih yang diangkat dari novel karya Teh Risa Saraswati idolaque, heuheu.. Wait, baru nonton tadi? Kudet amat yak? Oke, maafkan.
Jadi karena di film tersebut begitu kental nuansa Sundanya, jadi beginilah daku yang masih gak bisa move on dari baper karena ending filmnya.
Oke deh, setelah opening yang panjang lebar gak seperti biasanya, mari kita mulai me-review alias membahas pendapatku tentang Film Asih.
Seperti yang sudah dibilang tadi, Film Asih diangkat dari novel karya Teh Risa Saraswati yang ditulis dan difilmkan di tahun yang sama, yaitu 2018. Film yang dirilis tanggal 11 Oktober 2018 ini adalah spin off dari film-film Danur sebelumnya; Danur : I can see Ghost, dan Danur 2 : Maddah. Pun film ini termasuk kedalam Danur Universe.
Masih digarap oleh sutradara yang sama, Awi Suryadi. Pak Manoj Punjabi juga lagi-lagi mengambil peran sebagai produser untuk Film Asih. Tak menggunakan banyak pemeran, film ini dibintangi oleh Shareefa Danish, Citra Kirana, Darius Sinathrya, dan aktris senior Marini Soejosoemarno, dan beberapa peran pendukung lainnya.
Uniknya buku Asih yang menjadi 'benang merah' film ini ditulis hanya dalam kurun waktu 3 hari saja, karena kabarnya Mbak Asih nagih terus biar Teh Risa segera tulis dan selesaikan buku tentang dirinya itu. Menulis buku berjumlah 194 halaman, dalam waktu tiga hari saja memang luar biasa, tapi jangan heran, karena menciptakan sebuah lagu dalam waktu 3 menit saja, Teh Risa juga bisa. Lagu itu kalau tidak salah berjudul Bilur, yang menjadi salah satu soundtrack Film Asih juga.
Sinopsis :
Film Asih bercerita tentang betapa malangnya hidup seorang wanita bernama Kasih yang entah sejak kapan lebih dikenal dengan nama Asih, merasa tak cukup hanya hidup menjadi wanita desa yang hanya menjadi ibu rumah tangga saat sudah dewasa, Asih akhirnya merantau dan bekerja sebagai seorang pengasuh di kota.
Namun nasib baik tak berpihak padanya, ia harus pulang dengan keadaan hamil di luar nikah. Karena orangtua terutama ayahnya tak terima, Asih diusir dari rumah dan dicemooh orang-orang kampung. Depresi, akhirnya ia memutuskan untuk membunuh sang anak sebelum akhirnya bunuh diri juga.
Tak berselang lama, ada sebuah keluarga kecil yang beranggotakan sepasang suami istri dan seorang ibu/mertuanya. Mereka sedang menantikan kelahiran bayi yang dikandung Puspita, istri dari Andi. Namun ternyata saat malam kelahiran Amelia, putri mereka, Asih datang ke kediaman mereka dan mulai memunculkan banyak terror mengerikan.
Film berakhir dengan dikembalikannya Amelia yang diculik oleh Asih. Pengembalian Amelia tersebut dibantu oleh seorang paranormal bernama Abah Marwan, tak sampai disitu. Saat Andi berhasil membawa kembali Amelia ke rumah, ternyata Asih masih saja berusaha meneror keluarga tersebut hingga akhirnya benar-benar pergi dan berhenti mengganggu keluarga Andi dan Puspita/Ita.
Pendapatku:
Walaupun filmnya gak sesuai ekspektasi aku karena kukira akan lebih banyak menampilkan kisah kehidupan Asih saat masih hidup tenang, tapi film ini keren banget sih. Mengambil latar waktu di tahun 80-an, efek film ini benar-benar totalitas.
Ditambah latar tempat yang suasananya yang ‘baheula pisan’ atau ‘dulu banget’.
Tak lupa menampilkan banyak adegan atau efek suara yang sudah menjadi kepercayaan, seperti tentang menyimpan gunting, suara anak ayam di malam hari, dan mengubur ari-ari bayi.
Jumpscare-nya keren juga, bikin pengen jump beneran, hahaa! Mbak Asih di film kalau muncul, sadeesss :v
Ending-nya berhasil bikin baper plus, merinding sedih.
Ohya! Satu lagi, seneng banget gak ada adegan yang pengambilan gambarnya memutar kamera seperti kebanyakan adegan di film danur 2 : Maddah :D
Melalui buku dan Film Asih juga Teh Risa menyampaikan sisi lain dari seorang Asih yang mungkin sebelumnya banyak orang salah kaprah padanya.
Akting para pemainnya juga luar biasa! Apalagi Citra Kirana yang memerankan karakter Puspita/Ita, walaupun katanya baru pertama kali main film layar lebar, plus langsung film bergenre horror, tapi aktingnya sungguh luar biasa keren!
Kalau Shareefa Danish, bintang film horror yang memerankan karakter Asih sejak film Danur pertama; Danur : I can See ghost, sudah tidak bisa diragukan lagi kemampuan aktingnya. Walaupun aslinya seorang penakut, tapi Shareefa Danish selalu berhasil memukau penonton dengan karakter seram yang dimainkannya di film.
Dan karakter pendukung lainnya juga gak kalah keren deh!
Over all pokoknya sukaaaak!
Oke, sekian tulisan kali ini. Terimakasih banyak untuk yang sudah membaca, mohon maaf kalau ada yang salah atau kurang berkenan.
Semangat puasanyaa!
See you in the next review, guys! Bye!
No comments:
Post a Comment