Sunday, November 25, 2018

Review Film 3 DARA : Speechless parah! And one word for this movie : wah!

Gilaaaaaaakkkkkkkk!!!!!
Speechless paraaaaahhhhh! Satu kata buat film 3 DARA : wah!

Selamat pagi semuanyaaaaa. Semoga suasana hati kalian juga cerah, secerah senin pagi ini. Jangan lupa tersenyum, dan bahagia selalu.

Setelah sekian lama vakum, akhirnya saya kembali. Setelah berhoror-horor, tapi lagi ga ada yang bisa di-review. Akhirnya, banting setir lah ke film komedi dulu. Tapi sambil masih berusaha cari beberapa film horor yang pengen saya tonton.
Oke, mari kita mulai.

Film 3 DARA:
Kasus tak biasa harus ditangani oleh Dokter Windy (Rianti Cartwright); seorang psikolog yang lihai menangani berbagai masalah kegalauan identitas.
Suatu kasus dimana 3 orang laki-laki yang merasa berubah menjadi perempuan (bukan dari segi penampilan, tapi sikap dan perasaan).

Kehidupan 3 orang bad boy yang berubah seketika karena insiden yang terjadi di suatu malam, dimana Richard (Tanta Ginting) menggoda Mell (Ayushita) seorang waitress di bar, hingga sang waitress kehabisan kesabaran dan mengucapkan sebuah kalimat yang dianggap kutukan oleh ketiganya; "Suatu hari nanti akan merasakan bagaimana rasanya menjadi wanita yang dipermalukan".

Setelah kejadian tersebut, mereka merasa ada yang ganjil dengan sikap dan perasaan masing-masing.

Jay; merasa risih pada profesinya ssebagai creative director yang spesialisasinya mengeksploitasi sensualitas wanita. Richard; seorang playboy yang selalu girang tak terhingga walau hanya mendapat misscall dari pacarnya. Dan Affandi; seorang pengusaha sukses yang berubah menjadi seseorang yang lebih memiliki perasaan.

Hingga akhirnya Richard dan Affandi terpaksa kembali menemui Mbak Windy, dan berkonsultasi tentang keadaannya.

Tapi di sisi lain setelah menyadari kesalahannya, mereka berusaha mencari Mell (waitress yang tempo hari Richard goda). Untuk meminta maaf dan meminta kutukannya dicabut.

Perjalanan Affandi, Jay dan Richard mencari jawaban membawa ketiganya pada kenyataan baru yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya. 

Untuk kalian yang belum menonton film ini, saya sangat menyarankan untuk menontonnya.

Film 3 DARA ini komedinya kocak parah, ga garing, seru, alurnya ga ketebak, dan yang paling beda dari yang lain yaitu film ini penuh kejutan tak terduga yang berhasil membuat mata saya terbelalak lebar, dan mulut menganga beberapa saat karena kejutan dari film ini. Sampai sekarang masih belum bisa move on dari kejutan-kejutannya.

Terutama ending-nya, bikin ga nyangkaaaaaa. "Bambang... Bambang... Mahakarya saya" masih terngiang-ngiang dan kebayang banget dialog pas adegan di ending-itu. Jadi ga kebayang gimana tanggapan penonton tentang karakter Mbak Windy di film 3 DARA 2, dimana di film sebelumnya sungguh mengejutkan. Hahahahaaa! Semoga udah pada move on ya, guyssss! Hahahahaaa

Tapi overall keren banget sih film ini, dan banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari nonton film ini. Terutama, jangan merendahkan wanita. Dan sudah sepantasnya kita semua bisa lebih menghargai dan menghormati wanita.

Pokoknya keren parahhhhh deh!

Pemeran utama :
Adipati Dolken sebagai Jay
Tora Sudiro sebagai Affandi
Tanta Ginting sebagai Richard

Pemeran pendukung :
Rianti Cartwright sebagai Mbak Windy
Melayu Nichole Hall sebagai Grace

P.S : Beberapa kalimat dikutip dari : https://id.m.wikipedia.org/wiki/3_Dara

Mohon maaf baru review karena memang baru nonton, padahal ini film tahun 2015. Hahaa!
Sebetulnya udah lama niat mau nonton tapi selalu lupa, dan baru dituntaskan beberapa hari yang lalu.

Oke, sekian. Dan makasih untuk yang setia membaca. See you on the next review. And, bye! 

Sunday, November 4, 2018

Review Film Alas Pati : Hutan Mati, Plus Curhatan Tentang Kak Nikita Willy

Alas Pati : Hutan Mati

Film horor produksi MD Pictures yang dirilis tanggal 24 Mei 2018. Disutradarai oleh Jose Poernomo.

Sumpah! Filmnya keren bangeeeeettttt 👍👍👍
Setelah berbagai macam film horor yang aku tonton. Kayanya cuma film ini yang jumpscare-nya ga terlalu parah. Bikin tegang ya pasti, cuma kelebihannya adalah sebelum jumpscare-nya benar-benar dimunculkan, penonton dikasih jeda/kesempatan buat siap-siap kaget.
Jadi ada beberapa adegan dimana sebelum si hantunya muncul, kamera diarahkan ke pemeran/orang yang melihat hantu. Terus menunjukan ekspresi tegang, yang tentunya secara ga langsung mengatakan "hati-hati". Jadi sebelum hantunya beneran muncul, penonton bisa lebih dulu tutup mata kalau perlu.
Menurut aku kekurangannya cuma satu, ada yang ganjil di sosok yang terakhir muncul, di kemunculan sebelumnya pas dari Alas Pati. Sosok tersebut terlihat tanpa baju, tapi pas nangkup Raya (Nikita Willy) dari belakang, terlihat seperti ada logo huruf D di dada sebelah kirinya yang terlihat seperti logo yang biasa ada di kaus atau pakaian semacamnya. Jadi kalau sebelumnya tanpa baju sampai agak terlihat rongga tulangnya, terus logo huruf D itu nempel dimana?

Dan yang paling mencuri perhatian dan yang sebenarnya menjadi alasan utama aku nonton film ini adalah karena pemeran utamanya, yaitu Ka Nikita Willy. Karena jujur, belakangan ini lagi suka-sukanya sama Nikita Willy semenjak nostalgia nonton beberapa episode sinetron Kau Yang Berasal Dari Bintang yang dibintanginya bersama Morgan Oey di pemeran utama. Sepertinya itu akan menjadi sinetron favorit aku sepanjang masa.
Oke, kembali ke pembahasan sebelumnya. Sang Ratu Sinetron Indonesia ini memang tidak bisa diragukan lagi kemampuan aktingnya. Karena sudah tak terhitung berapa banyak jumlah sinetron yang ia bintangi sejak awal kemunculannya di dunia entertainment. Dan di film Alas Pati pun, aktris cantik kelahiran tanggal 29 Juni 1994 ini kembali memukau para penonton.
Luar biasa! Tidak dapat dipungkiri bahwa sejak pertama kali menontonnya di televisi, aku sudah sangat menyukainya.
Selain itu, lebih sering memerankan karakter protagonis juga mungkin adalah salah satu alasan bakat aktingnya semakin terpapar nyata, yang membuat dirinya ber-image semakin baik dan cantik di mata penonton.
Such a wonderful and multitalented actress!

Aku berharap semoga suatu hari nanti aku juga bisa mengikuti jejak karirnya. Aamiin... Insya Allah.

Hmmh kebiasaan kan. Tadinya ngomong apa jadi ngomong apa. Niat awalnya ngetik secukupnya, akhirnya jadi bejibun. Niatnya review film tapi malah lebih fokus ke bahas aktrisnya. Tapi is oke lah, ya! Yang penting seru.

Ok, sampai jumpa di review selanjutnya. Bye!