Saturday, September 29, 2018

Diary rasa artikel, hahaa.

         Belakangan ini, mungkin tepatnya sekitar beberapa bulan yang lalu, Teh Risa Saraswati lah yang terus menghiasi pikiranku, mulai dari namanya, senyumnya, suara tawanya selalu menghiasi hari-hariku.
Berbagai hal telah ku telusuri tentangnya, mulai dari karir, hingga tentang kehidupannya. Sudah tak terhitung berapa banyak video performance band Sarasvati sejak dulu, yang ku tonton di YouTube. Sudah tak terhitung pula berapa banyak DM (direct message) yang ku kirimkan, baik itu sapaan, sekadar curhatan, atau bahkan hanya iseng mengomentari instastory-nya. Ntahlah, selalu saja gemas jika tidak berkomentar tentang kelucuannya. Aku harap suatu saat nanti, minimal salah satu dari sekian banyak dm ku dibaca, dan dibalas. Hehee....
        Mengidolakannya juga membuatku termotivasi untuk mengikuti jejak karirnya, terutama menjadi seorang penulis.
        Ya! Begitulah aku, jika sudah mengidolakan seseorang, maka biasanya akan ada hal yang ingin aku lakukan seperti yang dilakukan idolaku. 
        Menulis bukan hanya menceritakan kembali kisah yang dialami, tapi juga salah satu cara menuangkan imajinasi. Belakangan ini di Indonesia sepertinya memang sedang marak film layar lebar yang berdasarkan sebuah novel, baik fiksi maupun nonfiksi, tidak sedikit pula kesuksesan yang didapat. 
        Maka dari itu, sekarang aku mulai membudayakan rajin membaca, karena katanya salah satu kunci untuk menjadi seorang penulis adalah rajin membaca. 
        Dan hari ini, tepatnya siang ini aku kembali membuka aplikasi Wattpad. Tidak berniat baca sungguhan, hanya mencari tahu tentang novel matt and Mou karya penulis Wulan Fadi. Lalu tak sengaja menemukan sebuah cerita fiksi yang bergenre agak ke mistis atau seperti mitos, tentang seorang pangeran ular dan salah satu dari 5 sekawan (kalau ga salah), yang berjudul The Prince Of The East Sea karya Lydia Siusiulia. Walaupun belum baca sampai selesai, tapi suka ceritanya. Dan tak bisa dipungkiri, aku memang suka cerita-cerita bergenre seperti itu sejak kecil karena sering menonton FTV-FTV kolosal dulu.

     And... FYI : tadi sempat panik dan heboh sendiri di whatsapp karena batas baca ilang karena halaman wattpad nya ga sengaja kehapus, mana lupa judul. Pas cari pake kata kunci yang hampir sama kaya judul aslinya, ga ketemu, tapi pas cari pake kata kunci salah satu nama tokoh baru ketemu ceritanya. Walaupun kesel juga karena ga tau dimana batas bacanya, dan udah jauh banget. Tapi gapapa, yang penting ceritanya ketemu, harus bersyukur.

Iyaa, kan? Mana ada diary sepanjang ini. Hahahahahaaaa!

Ok, sekian, terimakasih, dan sampai jumpa di curhatan selanjutnya. Hahaa!

Vini Alfionita

Vini's First Post on Blog

Halo!
Namaku Vini Alfionita, usiaku baru 16 tahun. Sebenarnya sudah lama aku berniat menulis di blog, walaupun hanya curhatan atau tentang kegiatan sehari-hariku. Tapi baru sekarang bisa ku realisasikan. Walaupun niat ini sempat menciut tatkala aku melihat beberapa blogger senior yang kontennya memang sudah sangat menarik.
Tapi aku sudah memantapkan niat untuk mulai menulis di blog hari ini.
Terinspirasi dari Teh Risa Saraswati yang dulu juga suka menulis tentang curhatan atau kegiatannya, di blog.
Tapi yang paling memotivasi terciptanya blog ini hari ini adalah sebuah cerita fiksi yang aku baca di aplikasi reading-writing Wattpad. Lalu ketika berniat me-review akhirnya malah seperti diary karena diselangi curhatan. Hahaa!
Setelah tercipta tulisan 2 halaman, aku mulai berpikir bahwa sepertinya daripada di buku, lebih baik aku menuliskannnya di blog.
Jadi, semoga ini akan selalu menyenangkan.
Sampai bertemu di postingan selanjutnya tentang curhatan-curhatanku. Hahaa!



- Sukabumi, 29 September 2018