Monday, December 31, 2018

Happy New Year 2019

Halo semuanya! Selamat pagi... Setelah tidur satu tahun, kalian mimpi apa aja? Kalau aku sih alhamdulillah nggak hahaa.
Mari awali tahun, bulan, dan hari dengan senyuman, jangan lupa sarapan.
Ohiya satu lagi, jangan lupa manfaatkan hari liburan panjang terakhir :)

2018 bisa dibilang sebagai salah satu tahun keemasan untukku. Dimana banyak harapan yang sudah tercapai.

Mendapatkan banyak idola baru yang luar biasa, seperti teh @risa_saraswati dan bunda @suzzanna_id ❤

Mengenal orang-orang baru walau hanya sebatas komunikasi di media sosial, salah satunya a @angkiearisetia sepupunya Teh Risa.

Menulis beberapa puisi yang tersusun rapi dalam sebuah buku catatan.

Menuju akhir tahun, menuangkan ide ke dalam 2 tulisan yang masih dalam proses.

Laptop impian kini ada dalam genggaman.

Dan tentunya banyak sekali pelajaran berharga baru yang aku dapatkan.

Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk tersenyum bersama orang-orang yang aku sayang.

Semoga di tahun ini harapan yang belum tercapai, segera tercapai, dan terutama semoga selalu menjadi pribadi yang lebih baik dari tahun ini hingga seterusnya.  Aamiin aamiin aamiinnn Ya Allah Ya Rabbal Alamiiin 😇

Describe 2018 in one word or more... (comment down bellow) 

2018 is a sparkling year for me ❤
And, 2019 insya Allah will be more wonderful year! Aamiin... 

Thanks for everything, and Happy New Year 2019, guys! Be happy as always! Jangan lupa bersyukur 😅

Selasa, 1 Januari 2019, 07.59.
(hampir salah tulis tahun, kan. Hahahaaa 😂😂😂)

                                            With love, 
                                            Vini Alfionita ❤

Saturday, December 22, 2018

Review Film Ae Dil Hai Mushkil

Halo semuanya!
Welcome back to my blog, and happy long weekend, guys!
Selamat malam minggu, eh iya kan malam minggu? Sampe lupa hahaa
Daripada keluyuran di luar rumah, lebih baik duduk manis, sambil senderan (ke bantal aja yang paling setia, hahaa), siapin minum (hati-hati keselek), terus baca review di blog kuh 😂
Whatever, pokoknya have fun selalu yaa, guys!
Ngomong mulu! Hahahaa maap, ga biasanya ya basa-basi 😂
Ok, langsung aja.

Kali ini aku mau bahas tentang film Ae Dil Hai Mushkil. Sebetulnya ini review lama (tapi belum pernah di-post di blog karena belum pake waktu itu), lebih tepatnya ditulis sesaat setelah lebaran kemarin kalau ga salah. Tapi kebetulan tadi siang filmnya tayang lagi di TV, jadi mari kita bahas.

Selamat membaca :D

Ae Dil Hai Mushkil, film drama percintaan India yang dirilis pada tanggal 28 Oktober 2016. Disutradarai oleh Karan Johar. Dan dibintangi oleh sejumlah aktor dan aktris ternama, yaitu Anushka Sharma, Aishwarya Rai Bachchan dan Ranbir Kapoor di peran utama, sedangkan Fawad Khan, Alia Bhatt, dan Neha Dupia pada peran pendukung.

Keesekian kalinya nonton film Ae Dil Hai Mushkil (walaupun tadi ga nonton full), tapi ga tau deh, kalaupun sebelumnya pernah nonton mungkin ga se-lama waktu itu.

Waktu itu juga ga nonton dari awal sih, telat nonton beberapa menit lah kayanya, ga fokus juga nontonnya, awalnya menurut aku biasa aja, tapi lama-kelamaan lumayan juga lah, coba dipahami ceritanya, ending-nya ga ketebak, tapi setelah nonton ending-nya juga kaya kurang jelas, tapi entah karena nontonnya ga fokus atau apa. Tapi yaa ceritanya memang menarik juga. Kalau diperhatikan, kisah tentang pasangan yang tuker-tukeran kaya di film Kabhi Alvida Naa Kehna (mungkin karena memang 1 rumah produksi, eh iya, kan? 😂), dan lucu juga ada beberapa lagu OST film Bollywood lain walaupun sepertinya ada yang dinyanyikan ulang bukan oleh penyanyi aslinya.

Nonton film ini juga lumayan mengubah persepsiku tentang Ranbir Kapoor karena karakternya di film ini lucu juga, cuma agak ga suka aja kalau mulai kasar sama cewek, walaupun cuma bercanda sama Anushka Sharma 😂 lagu-lagunya juga bikin mellow, terutama title song nya 😂😂😂

Intinya kalau menurut aku, kayanya ini film kedua setelah film Mohabbatein (2000) yang selalu bikin baper plus emosional di setiap nontonnya. Harus ditonton banget sih ini filmnya, pokoknya keren deh!

Jadi yaa begitulah, dan baru sadar sekarang kalau mungkin tanggapan seperti ini termasuk me-review sebuah film (mungkin) 😂 Apalagi kalau dulu selain tanggapan, copas atau ngetik ulang sinopsisnya, tapi sekarang mah ga usah lah yaa 😂😂😂

Ok, sekian, dan terimakasih, terutama untuk stasiun TV ANTV yang udah menayangkan film Ae Dil hai Mushkil 😅

Sebenernya masih greget pengen ngetik tentang beberapa lagi dari film ini seperti penampilan Shah Rukh Khan, tapi sepertinya ini juga udah terlalu panjang caption-nya (pemecah rekor caption paling panjang 😂😂😂) jadi kayanya paling harus ngetik di blog atau buku bila perlu 😂😂😂

P.S : paragraf terakhir ga diedit sedikit pun, cuma nama SRK yang tadinya mention id ignya wkwkwk. Ditulis gitu karena seperti yang udah aku bilang dari awal, sebenarnya ini tulisan lama, jadi mohon pengertiannya.

Kalau ditulis sekarang apa yang belum ditulis, keburu lupa kan hahahahadooohhh 😂😂😂 (Maap banyak emot 😂)

Ok, sekian review kali ini. Makasih banyak buat yang udah baca, semoga bermanfaat, and see you in the next review. Goodbye, guys! 


Sunday, December 16, 2018

Review Film Bodyguard Ugal-ugalan


Film Bodyguard Ugal-ugalan


Setelah agak lama vakum, ga nulis di blog, akhirnya aku kembali. Semoga pembahasannya semakin menarik dari review ke review, dan kali ini film komedi ini yang akan dibahas. Ok, langsung aja. 

Film Bodyguard Ugal-ugalan adalah film komedi Indonesia yang dirilis pada tanggal 5 Juli 2018, disutradarai oleh Irham Acho Bachtiar. Ini adalah film layar lebar kedua yang dibintangi Syahrini setelah film The Maling Kuburans pada tahun 2008 silam.

Film ini sih beneran kocaknya, parahhhhhhh!

Gak nyangka sekocak itu. Bukan cuma lucu, tapi serunya juga dapet banget. Walaupun ada beberapa adegan fighting, tapi 90% sisanya sih adegan seru plus santai banget, yang ada malah kaya nonton vlog orang liburan.

Beberapa adegan yang bikin ngakak parah menurut aku :
1.      Pas adegan santainya inces nangkep satu telur ayam yang hampir jatuh menggelinding dari meja, tapi ngelempar puluhan sisanya.
2.      Cara pelayan restoran (yang diperankan Chika Jessica) menyampaikan satu persatu menu makanan, minuman, plus nama-nama bank.
3.      Dan yang terakhir yang paling kocak. Pas adegan ngambil kunci. Gagang sapu kena kipas angin yang menimbulkan suara berisik, terus kepala Boris ditepuk Jessica. Pokoknya sampai butuh jeda buat ketawa, terus ulang-ulang nonton lagi.

(P.S : masih banyak adegan lucu yang menarik lainnya, gaes)

Penonton sih pasti menikmati banget, pokoknya film ini seru, santai, tapi komedinya kocak parah deh, gak garing.

Jadi, untuk kalian semua yang belum nonton filmnya, aku sih nyaranin banget buat nonton film yang satu ini, dijamin kalian pasti terhibur dan mustahil gak ketawa. Karena segalau yang nonton, pasti deh ngakak kalau nonton film ini.

Pemeran :

Syahrini sebagai Syahrini a.k.a Incess Syahrini
Tamara Bleszynski sebagai Erin
Boris Bokir sebagai Boris
Muhadkly Acho sebagai Acho
Lolox sebagai Lolox
Anyun Cadel sebagai Anyun
Melayu Nichole Hall sebagai Jessica
Ririn Ekawati sebagai Nina
Melaney Ricardo sebagai Istri Boris
Chika Jessica sebagai pelayan restoran

Oh ya! Satu lagi, pelajaran paling penting yang bisa kita dapat dari film ini, yaitu selalu berhati-hatilah dimanapun, kapanpun, dan dengan siapapun. Karena kita gak akan pernah tau, kalau bisa aja musuh terbesar yang sesungguhnya adalah orang terdekat kita.

Beberapa informasi dan kalimat dikutip dari : https://id.wikipedia.org/wiki/Bodyguard_Ugal-ugalan

Ok, guys! See you guys in the next review. Thank you so much for reading, and goodbye! (ala-ala closing vlogger eaaa…) Hahaha!

Btw, kaenya ini tulisan paling singkat disini wkwkwkw

Sunday, November 25, 2018

Review Film 3 DARA : Speechless parah! And one word for this movie : wah!

Gilaaaaaaakkkkkkkk!!!!!
Speechless paraaaaahhhhh! Satu kata buat film 3 DARA : wah!

Selamat pagi semuanyaaaaa. Semoga suasana hati kalian juga cerah, secerah senin pagi ini. Jangan lupa tersenyum, dan bahagia selalu.

Setelah sekian lama vakum, akhirnya saya kembali. Setelah berhoror-horor, tapi lagi ga ada yang bisa di-review. Akhirnya, banting setir lah ke film komedi dulu. Tapi sambil masih berusaha cari beberapa film horor yang pengen saya tonton.
Oke, mari kita mulai.

Film 3 DARA:
Kasus tak biasa harus ditangani oleh Dokter Windy (Rianti Cartwright); seorang psikolog yang lihai menangani berbagai masalah kegalauan identitas.
Suatu kasus dimana 3 orang laki-laki yang merasa berubah menjadi perempuan (bukan dari segi penampilan, tapi sikap dan perasaan).

Kehidupan 3 orang bad boy yang berubah seketika karena insiden yang terjadi di suatu malam, dimana Richard (Tanta Ginting) menggoda Mell (Ayushita) seorang waitress di bar, hingga sang waitress kehabisan kesabaran dan mengucapkan sebuah kalimat yang dianggap kutukan oleh ketiganya; "Suatu hari nanti akan merasakan bagaimana rasanya menjadi wanita yang dipermalukan".

Setelah kejadian tersebut, mereka merasa ada yang ganjil dengan sikap dan perasaan masing-masing.

Jay; merasa risih pada profesinya ssebagai creative director yang spesialisasinya mengeksploitasi sensualitas wanita. Richard; seorang playboy yang selalu girang tak terhingga walau hanya mendapat misscall dari pacarnya. Dan Affandi; seorang pengusaha sukses yang berubah menjadi seseorang yang lebih memiliki perasaan.

Hingga akhirnya Richard dan Affandi terpaksa kembali menemui Mbak Windy, dan berkonsultasi tentang keadaannya.

Tapi di sisi lain setelah menyadari kesalahannya, mereka berusaha mencari Mell (waitress yang tempo hari Richard goda). Untuk meminta maaf dan meminta kutukannya dicabut.

Perjalanan Affandi, Jay dan Richard mencari jawaban membawa ketiganya pada kenyataan baru yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya. 

Untuk kalian yang belum menonton film ini, saya sangat menyarankan untuk menontonnya.

Film 3 DARA ini komedinya kocak parah, ga garing, seru, alurnya ga ketebak, dan yang paling beda dari yang lain yaitu film ini penuh kejutan tak terduga yang berhasil membuat mata saya terbelalak lebar, dan mulut menganga beberapa saat karena kejutan dari film ini. Sampai sekarang masih belum bisa move on dari kejutan-kejutannya.

Terutama ending-nya, bikin ga nyangkaaaaaa. "Bambang... Bambang... Mahakarya saya" masih terngiang-ngiang dan kebayang banget dialog pas adegan di ending-itu. Jadi ga kebayang gimana tanggapan penonton tentang karakter Mbak Windy di film 3 DARA 2, dimana di film sebelumnya sungguh mengejutkan. Hahahahaaa! Semoga udah pada move on ya, guyssss! Hahahahaaa

Tapi overall keren banget sih film ini, dan banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari nonton film ini. Terutama, jangan merendahkan wanita. Dan sudah sepantasnya kita semua bisa lebih menghargai dan menghormati wanita.

Pokoknya keren parahhhhh deh!

Pemeran utama :
Adipati Dolken sebagai Jay
Tora Sudiro sebagai Affandi
Tanta Ginting sebagai Richard

Pemeran pendukung :
Rianti Cartwright sebagai Mbak Windy
Melayu Nichole Hall sebagai Grace

P.S : Beberapa kalimat dikutip dari : https://id.m.wikipedia.org/wiki/3_Dara

Mohon maaf baru review karena memang baru nonton, padahal ini film tahun 2015. Hahaa!
Sebetulnya udah lama niat mau nonton tapi selalu lupa, dan baru dituntaskan beberapa hari yang lalu.

Oke, sekian. Dan makasih untuk yang setia membaca. See you on the next review. And, bye! 

Sunday, November 4, 2018

Review Film Alas Pati : Hutan Mati, Plus Curhatan Tentang Kak Nikita Willy

Alas Pati : Hutan Mati

Film horor produksi MD Pictures yang dirilis tanggal 24 Mei 2018. Disutradarai oleh Jose Poernomo.

Sumpah! Filmnya keren bangeeeeettttt 👍👍👍
Setelah berbagai macam film horor yang aku tonton. Kayanya cuma film ini yang jumpscare-nya ga terlalu parah. Bikin tegang ya pasti, cuma kelebihannya adalah sebelum jumpscare-nya benar-benar dimunculkan, penonton dikasih jeda/kesempatan buat siap-siap kaget.
Jadi ada beberapa adegan dimana sebelum si hantunya muncul, kamera diarahkan ke pemeran/orang yang melihat hantu. Terus menunjukan ekspresi tegang, yang tentunya secara ga langsung mengatakan "hati-hati". Jadi sebelum hantunya beneran muncul, penonton bisa lebih dulu tutup mata kalau perlu.
Menurut aku kekurangannya cuma satu, ada yang ganjil di sosok yang terakhir muncul, di kemunculan sebelumnya pas dari Alas Pati. Sosok tersebut terlihat tanpa baju, tapi pas nangkup Raya (Nikita Willy) dari belakang, terlihat seperti ada logo huruf D di dada sebelah kirinya yang terlihat seperti logo yang biasa ada di kaus atau pakaian semacamnya. Jadi kalau sebelumnya tanpa baju sampai agak terlihat rongga tulangnya, terus logo huruf D itu nempel dimana?

Dan yang paling mencuri perhatian dan yang sebenarnya menjadi alasan utama aku nonton film ini adalah karena pemeran utamanya, yaitu Ka Nikita Willy. Karena jujur, belakangan ini lagi suka-sukanya sama Nikita Willy semenjak nostalgia nonton beberapa episode sinetron Kau Yang Berasal Dari Bintang yang dibintanginya bersama Morgan Oey di pemeran utama. Sepertinya itu akan menjadi sinetron favorit aku sepanjang masa.
Oke, kembali ke pembahasan sebelumnya. Sang Ratu Sinetron Indonesia ini memang tidak bisa diragukan lagi kemampuan aktingnya. Karena sudah tak terhitung berapa banyak jumlah sinetron yang ia bintangi sejak awal kemunculannya di dunia entertainment. Dan di film Alas Pati pun, aktris cantik kelahiran tanggal 29 Juni 1994 ini kembali memukau para penonton.
Luar biasa! Tidak dapat dipungkiri bahwa sejak pertama kali menontonnya di televisi, aku sudah sangat menyukainya.
Selain itu, lebih sering memerankan karakter protagonis juga mungkin adalah salah satu alasan bakat aktingnya semakin terpapar nyata, yang membuat dirinya ber-image semakin baik dan cantik di mata penonton.
Such a wonderful and multitalented actress!

Aku berharap semoga suatu hari nanti aku juga bisa mengikuti jejak karirnya. Aamiin... Insya Allah.

Hmmh kebiasaan kan. Tadinya ngomong apa jadi ngomong apa. Niat awalnya ngetik secukupnya, akhirnya jadi bejibun. Niatnya review film tapi malah lebih fokus ke bahas aktrisnya. Tapi is oke lah, ya! Yang penting seru.

Ok, sampai jumpa di review selanjutnya. Bye!

Monday, October 15, 2018

Review Wattpad Story's : The Prince of The East Sea

Menulis, yaa rasanya aku harus kembali menulis sekarang. Walaupun hanya sekadar curhatan atau review semata.
Ok, jadi kali ini yang mau aku review adalah sebuah cerita yang kubaca di Wattpad. Sebenarnya sudah lama ingin ku tulis tentang ini, tapi sepertinya baru sekarang waktu yang pas.

Ok, jadi beberapa waktu lalu aku tertarik untuk membaca sebuah cerita di Wattpad. Cerita yang genrenya memang selalu membuatku penasaran. Tentang kehidupan lain yang tak kasat mata. Sang penulis mengatakan bahwa memang itu adalah cerita fiksi, hanya saja terinspirasi dari kisah-kisah mistis dan legenda Indonesia.
Ya kalian tahu sendiri, kan? Sebagian orang di Indonesia memang masih mempercayai hal tersebut, tak terkecuali saya yang sejak kecil sudah terbiasa menonton film-film TV semacam itu. Dan negeri ini juga memang sangat lekat dengan berbagai kisah mistisnya yang legendaris, salah satunya adalah ratu penguasa pantai selatan; Nyi Roro Kidul. Iya kan?

Jadi cerita yang aku baca di Wattpad itu judulnya The Prince of The East Sea karya Lydia Siusiulia. Bercerita tentang persahabatan enam orang remaja, yang salah satunya yaitu Tasia terlibat kisah cinta dengan seorang pangeran siluman ular yang sangat baik, sabar, dan ambisius;  Hadyan.
Tak seperti kisah percintaan antara seorang manusia dengan siluman yang kebanyakan menunjukkan betapa kejam dan pemaksanya para siluman tersebut, namun kisah cinta Tasia dan Hadyan membawa pembaca hanyut dalam kisah yang unik, epik, lembut, dan penuh romansa.
Cerita ini diakhiri dengan happy ending yang sangat menarik dan sesuai dengan harapanku.

Ok, jadi bagi kalian yang mungkin menyukai juga cerita bergenre semacam ini, aku yakin kalian akan sangat menyukai cerita ini juga.
Aku sangat menyukai cerita ini, dan berharap suatu saat akan divisualkan alias difilmkan, karena pasti akan sangat keren!

Walaupun aku sendiri merasa tulisan kali ini endingnya ga jelas, tapi yaa kurang lebih begitulah.
Ok, sampai jumpa di curhatan atau review selanjutnya. Bye!

Monday, October 8, 2018

The first DM reply from Teh Risa Saraswati

Halo semuanya!
Maaf baru kembali update setelah vakum 1 minggu karena persoalan kuota yang tidak mendukung, memang sibuk (haha so' sibuk banget sih!), atau karena hal lainnya.

Oke, jadi di curhatan kali ini aku mau cerita soal notif yang bikin aku super happyyyyy... Sebenarnya ini cerita minggu lalu, tapi karena sebelumnya ini udah aku ketik di HP, jadi seolah-olah hari ini... Oke?

          Jadi gini ceritanya, kalau ga salah waktu hari sabtu atau minggu pagi kan Teh Risa berangkat ke Solo karena ada acara tentang bukunya, ditemenin Teh Ditha (istrinya A Angga seuu Teh Risa). Pas Teh Ditha bikin instastory berdua sama Teh Risa, aku iseng komen yang pastinya terkirim lewat Direct Message (DM). Aku iseng menyapa mengucapkan selamat pagi, selamat beraktivitas, dan lain sebagainya. Di DM selanjutnya aku bilang "Kalau boleh, titip salam buat Teh Risa yaa, Teh Ditha".

Lalu pagi hari kemudian, ternyata Teh Ditha udah balas DM sekitar siang hari kemarinnya. Jawabannya adalah "Aamiin YRA", dan "Oke" katanya. Semoga saja tak lupa salam ku disampaikan pada Teh Risa, diikuti namaku disebutkan, atau bahkan mungkin Teh Ditha menunjukan langsung pada Teh Risa salam yang aku bilang (PD :p gapapa ya. Hehe). Tapi entah karena itu atau bukan, yang jelas aku senang juga karena itu karena kemungkinan besar, salamku disampaikan.

Karena kuota reguler habis, jadi aku hanya bisa online di pagi hari sampai batas waktu jam 9. Hahaa kasian. Tadi pagi ketika baru bangun tidur, sambil masing mengumpulkan nyawa, aku buka ig, tau ada 3 dm yang kudapat aku senang karena kemarinnya aku mengirim link blog baruku pada beberapa saudara dan teman teh risa, kupikir tentu beberapa diantara mereka membalas dm, hanya pada Teh Risa dan A Iko kukirimkan juga link-nya walaupun aku tau mereka belum pernah sekalipun membaca apalagi membalas dm ku, tapi aku hanya suka saja melakukannya.

           Link blog yang dikirim pada Teh Risa dan A Iko kalau tidak salah memang tak kusertakan ucapan "Kalau sempat, baca yaa", karena memang DM-ku belum pernah dibaca olehnya. Tapi ketika kubuka untuk mengetahui siapa yang membalas, dijajaran pertama ada A Ray yang membalas "Okei, nanti akan kubaca." Lalu diurutan kedua ada Om Nuckie yang membalas dengan menyukai pesannya, dan yang terakhir tertera username @risa_saraswati. Ketika melihat nama 'ri' tadinya kupikir mungkin Teh Riri, atau nama Risa yang bukan Teh Risa Saraswati. Tapi setelah kuperhatikan lebih detail, aku mengenal jelas foto profilnya, dan ya! Percaya tidak percaya itu memang Teh Risa Saraswati tokoh utama di DM Instagramku, dan balasan yang tertera setelah kubuka DM-nya adalah "Sudah kubaca, terimakasih ❤".

          Subhanallaaaaaaahhhhhhhhh, pas tau langsung teriak dan loncat dari tempat tidur, sampai mamah dan aa kaget ngira ada apa atau kenapa. Sampai mamah bilang sambil ngomel "Ih! Ngagetin aja! Gimana kalau bikin jantung copot!". Hahaha! Aku tak bisa tertawa melihat reaksinya. Yang aku lakukan hanya duduk dan bersandar, berusaha tersenyum tapi malah speechless, dan sepertinya selama itu pula mulutku sedikit agak menganga saking percaya ga percayanya. Hahahaaa.

          Sekitar beberapa menit hanya itu yang bisa kulakukan, hingga akhirnya aku memutuskan untuk shalat subuh terlebih dahulu, lalu bersujud syukur karena itu, beberapa kali aku sempat berpikir apa itu mimpi atau bukan, dan ternyata memang bukan mimpi.

          Sungguh tak ku sangka akan mendapat balasan DM dari Teh Risa secepat ini, kukira aku baru bisa mendapatkannya setelah menjadi penulis terkenal juga sepertinya, atau menjadi publik figur lainnya, atau sebagainya, tapi ternyata tidak. Sungguh, Allah Maha Baik.
Aku sangat senang, terimakasih banyak Ya Allah. Terimakasih juga, Teh Risa idolakuuu!

          Oh ya! Awalan pagi yang sangat menyenangkan, walaupun sebenarnya DM itu dibalas hari minggu pagi, kalaupun aku membukanya saat itu mungkin aku akan semakin menyukai hari minggu, tapi karena aku baru membacanya tadi pagi, jadi sepertinya mulai sekarang aku akan menyukai senin juga. Semua karenamu, Teh Risa. Sekali lagi, makasih banyak...

Senin, 1 Oktober 2018, 18.37.

Ok, bye! Sampai jumpa di curhatan selanjutnya.

Saturday, September 29, 2018

Diary rasa artikel, hahaa.

         Belakangan ini, mungkin tepatnya sekitar beberapa bulan yang lalu, Teh Risa Saraswati lah yang terus menghiasi pikiranku, mulai dari namanya, senyumnya, suara tawanya selalu menghiasi hari-hariku.
Berbagai hal telah ku telusuri tentangnya, mulai dari karir, hingga tentang kehidupannya. Sudah tak terhitung berapa banyak video performance band Sarasvati sejak dulu, yang ku tonton di YouTube. Sudah tak terhitung pula berapa banyak DM (direct message) yang ku kirimkan, baik itu sapaan, sekadar curhatan, atau bahkan hanya iseng mengomentari instastory-nya. Ntahlah, selalu saja gemas jika tidak berkomentar tentang kelucuannya. Aku harap suatu saat nanti, minimal salah satu dari sekian banyak dm ku dibaca, dan dibalas. Hehee....
        Mengidolakannya juga membuatku termotivasi untuk mengikuti jejak karirnya, terutama menjadi seorang penulis.
        Ya! Begitulah aku, jika sudah mengidolakan seseorang, maka biasanya akan ada hal yang ingin aku lakukan seperti yang dilakukan idolaku. 
        Menulis bukan hanya menceritakan kembali kisah yang dialami, tapi juga salah satu cara menuangkan imajinasi. Belakangan ini di Indonesia sepertinya memang sedang marak film layar lebar yang berdasarkan sebuah novel, baik fiksi maupun nonfiksi, tidak sedikit pula kesuksesan yang didapat. 
        Maka dari itu, sekarang aku mulai membudayakan rajin membaca, karena katanya salah satu kunci untuk menjadi seorang penulis adalah rajin membaca. 
        Dan hari ini, tepatnya siang ini aku kembali membuka aplikasi Wattpad. Tidak berniat baca sungguhan, hanya mencari tahu tentang novel matt and Mou karya penulis Wulan Fadi. Lalu tak sengaja menemukan sebuah cerita fiksi yang bergenre agak ke mistis atau seperti mitos, tentang seorang pangeran ular dan salah satu dari 5 sekawan (kalau ga salah), yang berjudul The Prince Of The East Sea karya Lydia Siusiulia. Walaupun belum baca sampai selesai, tapi suka ceritanya. Dan tak bisa dipungkiri, aku memang suka cerita-cerita bergenre seperti itu sejak kecil karena sering menonton FTV-FTV kolosal dulu.

     And... FYI : tadi sempat panik dan heboh sendiri di whatsapp karena batas baca ilang karena halaman wattpad nya ga sengaja kehapus, mana lupa judul. Pas cari pake kata kunci yang hampir sama kaya judul aslinya, ga ketemu, tapi pas cari pake kata kunci salah satu nama tokoh baru ketemu ceritanya. Walaupun kesel juga karena ga tau dimana batas bacanya, dan udah jauh banget. Tapi gapapa, yang penting ceritanya ketemu, harus bersyukur.

Iyaa, kan? Mana ada diary sepanjang ini. Hahahahahaaaa!

Ok, sekian, terimakasih, dan sampai jumpa di curhatan selanjutnya. Hahaa!

Vini Alfionita

Vini's First Post on Blog

Halo!
Namaku Vini Alfionita, usiaku baru 16 tahun. Sebenarnya sudah lama aku berniat menulis di blog, walaupun hanya curhatan atau tentang kegiatan sehari-hariku. Tapi baru sekarang bisa ku realisasikan. Walaupun niat ini sempat menciut tatkala aku melihat beberapa blogger senior yang kontennya memang sudah sangat menarik.
Tapi aku sudah memantapkan niat untuk mulai menulis di blog hari ini.
Terinspirasi dari Teh Risa Saraswati yang dulu juga suka menulis tentang curhatan atau kegiatannya, di blog.
Tapi yang paling memotivasi terciptanya blog ini hari ini adalah sebuah cerita fiksi yang aku baca di aplikasi reading-writing Wattpad. Lalu ketika berniat me-review akhirnya malah seperti diary karena diselangi curhatan. Hahaa!
Setelah tercipta tulisan 2 halaman, aku mulai berpikir bahwa sepertinya daripada di buku, lebih baik aku menuliskannnya di blog.
Jadi, semoga ini akan selalu menyenangkan.
Sampai bertemu di postingan selanjutnya tentang curhatan-curhatanku. Hahaa!



- Sukabumi, 29 September 2018